Dari Apoteker Jadi Raja Farmasi, Ini Kisah Boenjamin Setiawan

Dari Apoteker Jadi Raja Farmasi, Ini Kisah Boenjamin Setiawan

Boenjamin Setiawan adalah salah satu tokoh bisnis paling sukses di Indonesia yang berhasil mengubah industri farmasi dengan visi dan dedikasinya. Bermula dari seorang apoteker, ia berhasil membangun Kalbe Farma menjadi salah satu perusahaan farmasi terbesar di Asia Tenggara. Kisah hidupnya tidak hanya menginspirasi para pebisnis, tetapi juga menunjukkan bagaimana kerja keras, inovasi, dan komitmen terhadap kesehatan masyarakat dapat menciptakan dampak yang luar biasa.

Masa Kecil dan Latar Belakang Pendidikan

Boenjamin Setiawan, yang akrab disapa Dokter Boen, lahir pada 5 April 1947 di Bandung, Jawa Barat. Ia berasal dari keluarga yang menghargai pendidikan tinggi, sehingga tidak mengherankan jika ia dan keenam saudaranya sukses di berbagai bidang.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya, Boenjamin melanjutkan studinya di Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (UI) dan lulus pada tahun 1970. Tidak berhenti di situ, ia kemudian meraih gelar Doktor (Ph.D.) dalam bidang Farmakologi dari University of California, San Francisco (UCSF), Amerika Serikat. Latar belakang akademisnya yang kuat inilah yang menjadi fondasi penting bagi kesuksesannya di dunia farmasi dan bisnis.

Sebelum terjun ke dunia bisnis, Boenjamin sempat menjadi dosen muda di Fakultas Kedokteran UI, menunjukkan bahwa passion-nya tidak hanya terletak pada praktik farmasi, tetapi juga dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Awal Mula Berdirinya Kalbe Farma

Pada tahun 1966, Boenjamin Setiawan bersama tiga rekannya—Rudy Soetikno, Kartini Muljadi, dan Simon Suryadi—mendirikan PT Kalbe Farma. Nama “Kalbe” sendiri merupakan singkatan dari “Karya Anak Bangsa untuk Esok”, mencerminkan semangat nasionalisme dan keinginan untuk berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.

Awalnya, Kalbe Farma hanya memproduksi suplemen nutrisi dan vitamin, seperti Fatigon dan Hansaplast, yang kemudian menjadi produk ikonik perusahaan. Dengan modal terbatas dan tantangan industri farmasi yang ketat, Boenjamin dan timnya berhasil membangun kepercayaan konsumen melalui kualitas produk yang unggul.

Lainnya:  Jack Ma, Raja E-commerce Global

Strategi Bisnis yang Membawa Kalbe Farma Sukses

Beberapa faktor yang membuat Kalbe Farma berkembang pesat antara lain:

  1. Inovasi Produk – Kalbe tidak hanya fokus pada obat-obatan, tetapi juga mengembangkan produk kesehatan seperti susu formula (ChilKid), makanan kesehatan (Entrasol), dan produk perawatan kulit.

  2. Ekspansi Pasar – Kalbe Farma tidak hanya beroperasi di Indonesia, tetapi juga merambah pasar internasional, termasuk Asia Tenggara, Afrika, dan Timur Tengah.

  3. Kerja Sama dengan Perusahaan Global – Kalbe menjalin kemitraan dengan perusahaan farmasi multinasional seperti Bayer dan Sanofi untuk memperkuat riset dan distribusi.

  4. Integrasi Vertikal – Kalbe menguasai seluruh rantai pasok, mulai dari riset, produksi, distribusi, hingga ritel, melalui anak perusahaannya seperti Saka Farma dan Mitra Keluarga Hospital.

Prestasi dan Penghargaan

Kesuksesan Boenjamin Setiawan diakui secara nasional maupun internasional. Beberapa penghargaan bergengsi yang pernah diraihnya antara lain:

  • Ernst & Young Entrepreneur of the Year (2001) – Penghargaan untuk pengusaha dengan kontribusi luar biasa di bidang bisnis.

  • Forbes Indonesia Lifetime Achievement Award (2017) – Pengakuan atas dedikasinya dalam membangun industri farmasi Indonesia.

  • Daftar Orang Terkaya Indonesia (Forbes) – Pada 2013, kekayaannya diperkirakan mencapai US$4,2 miliar, menjadikannya salah satu orang terkaya di Indonesia.

Dedikasi untuk Kesehatan Masyarakat

Selain sebagai pengusaha, Boenjamin Setiawan juga dikenal sebagai seorang filantropis. Ia aktif mendukung berbagai program kesehatan, seperti:

  • Pendirian Rumah Sakit Mitra Keluarga – Jaringan rumah sakit yang menyediakan layanan kesehatan berkualitas dengan harga terjangkau.

  • Program CSR Kalbe Farma – Seperti penyediaan obat murah, vaksinasi gratis, dan edukasi kesehatan masyarakat.

  • Riset Sel Punca (Stem Cell) – Setelah pensiun dari Kalbe, ia fokus pada penelitian sel punca untuk pengobatan penyakit degeneratif.

Lainnya:  Menginspirasi! Tadashi Yanai Ubah Industri Fashion dengan Uniqlo

Fakta Menarik tentang Boenjamin Setiawan

  1. Dari Dosen ke Pengusaha – Sebelum mendirikan Kalbe, ia adalah dosen. Dr. Boenjamin memiliki latar belakang akademis di bidang farmakologi dan farmakinetik. Ia meraih gelar dokter dari Universitas Indonesia dan Ph.D. bidang farmakologi dari Universitas California, San Francisco, AS. Sebelum terjun ke dunia bisnis, ia juga menjadi dosen muda di Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

  2. Bisnis Keluarga yang Solid – Dr. Boenjamin Setiawan bersama enam saudaranya mendirikan PT Kalbe Farma, sebuah perusahaan farmasi yang berkembang menjadi Kalbe Group. Kalbe Group bergerak di berbagai bidang, termasuk farmasi, makanan kesehatan, distribusi, riset, pendidikan, dan rumah sakit.

  3. Pionir Farmasi Modern Indonesia – Kalbe menjadi perusahaan farmasi pertama di Indonesia yang go public (1989).

  4. Meninggalkan Warisan Abadi – Dr. Boenjamin Setiawan meninggal pada 4 April 2023, tetapi warisannya tetap hidup melalui perusahaan dan yayasannya. Salah satunya setelah melepaskan jabatannya di Kalbe, Dr. Boenjamin Setiawan fokus pada penelitian dan pengembangan sel punca (stem cell). Serta mendirikan jaringan rumah sakit Mitra Keluarga yang tersebar di beberapa kota di Indonesia

Boenjamin Setiawan membuktikan bahwa latar belakang pendidikan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan bisnis. Dengan kerja keras, inovasi, dan komitmen terhadap kesehatan masyarakat, ia berhasil membangun imperium farmasi yang berdampak besar bagi Indonesia.

Kisah hidupnya mengajarkan bahwa kewirausahaan tidak hanya tentang keuntungan, tetapi juga tentang memberi manfaat bagi masyarakat. Semangatnya terus menginspirasi generasi muda untuk berani bermimpi besar dan menciptakan perubahan nyata.