Banyak pemilik cafe mengalami hal yang sama. Padahal cafe ramai tapi uang selalu habis. Setiap hari ada pelanggan, pesanan jalan, gelas kopi terus keluar dari mesin. Tapi anehnya, di akhir bulan uang terasa tidak pernah terkumpul. Bahkan kadang untuk bayar kebutuhan rutin saja mulai terasa berat. Kalau kamu pernah merasakan ini, kemungkinan besar masalahnya bukan di penjualan, tapi di alur uang usaha yang tidak sehat. Ini kondisi yang lebih sering terjadi dibanding yang orang kira.
Ramai Bukan Berarti Aman
Kesalahan paling umum pemilik cafe adalah menyamakan ramai dengan aman secara keuangan.
Ramai berarti:
- banyak transaksi
- kasir sering buka-tutup
- stok cepat habis
Tapi aman secara keuangan berarti:
- uang masuk bisa menutup semua pengeluaran
- masih ada sisa yang bisa disimpan
- usaha tidak keteteran di tengah jalan
Masalahnya, banyak cafe hanya berhenti di “ramai”, tanpa pernah benar-benar memastikan apakah uang yang masuk cukup dan tepat waktunya untuk menutup semua biaya.
Penyebab Cafe Ramai Tapi Uang Selalu Habis
1. Uang Masuk dan Keluar Tidak Pernah Dicatat dengan Jelas
Banyak cafe kecil tidak punya pencatatan sederhana. Uang masuk bercampur dengan:
- uang pribadi
- uang belanja dapur
- uang bayar cicilan alat
Akhirnya, pemilik hanya mengandalkan ingatan. Dan ingatan hampir selalu menipu. Sehingga yang terjadi adalah cafe ramai tapi uang selalu habis. Tanpa catatan, kamu tidak pernah benar-benar tahu:
- berapa uang yang benar-benar tersisa
- ke mana uang paling banyak bocor
2. Omzet Terlihat Besar, Tapi Biaya Tetap Diam-Diam Menggerus
Contoh sederhana:
Misalnya cafe dapat omzet Rp1.000.000 per hari. Kelihatannya besar. Tapi kalau:
- sewa tempat
- gaji karyawan
- listrik
- air
- bahan baku
- cicilan alat
semuanya ditotal, ternyata sebagian besar uang itu langsung keluar lagi. Kalau biaya tetap terlalu besar, omzet tinggi pun tidak banyak berarti.
3. Terlalu Banyak Pengeluaran Kecil yang Tidak Disadari
Masalah besar sering datang dari hal-hal kecil, seperti:
- bahan baku terbuang
- diskon tanpa perhitungan
- minuman gagal racik
- pengeluaran dadakan tanpa rencana
Satu kejadian mungkin terasa sepele. Tapi kalau terjadi setiap hari, uang akan terus bocor tanpa terasa.
4. Waktu Keluar Uang Lebih Cepat dari Waktu Masuk Uang
Ini masalah yang sering tidak disadari. Contohnya:
- gaji karyawan dibayar di awal bulan
- bahan baku dibeli cash
- listrik dan air dibayar rutin
Sementara uang dari penjualan:
- masuk sedikit demi sedikit
- kadang habis dulu untuk belanja ulang
Kalau alur waktunya tidak diatur, cafe bisa kehabisan uang di tengah bulan, meski di akhir bulan omzet terlihat bagus.

Contoh Sederhana yang Sering Terjadi
Bayangkan kondisi ini:
- Rata-rata laba bersih per hari: Rp200.000
- Dalam sebulan: sekitar Rp6.000.000
Tapi:
- cicilan mesin kopi: Rp2.000.000
- sewa tempat: Rp1.500.000
- listrik & air: Rp800.000
- kebutuhan lain-lain: Rp1.000.000
Total pengeluaran tetap: Rp5.300.000. Sisa uang per bulan hanya Rp700.000. Itu pun kalau tidak ada kejadian tak terduga. Dalam kondisi seperti ini, cafe terlihat berjalan, tapi uang hampir tidak pernah benar-benar terkumpul.
Kenapa Kondisi Ini Berbahaya Kalau Dibiarkan
Kalau kondisi “cafe ramai tapi uang selalu habis” dibiarkan terlalu lama, dampaknya bisa serius:
- telat bayar supplier
- gaji karyawan tersendat
- stres karena keuangan tidak jelas
- sulit berkembang atau menambah alat
- usaha berhenti mendadak tanpa persiapan
Banyak cafe tutup bukan karena sepi, tapi karena kehabisan napas keuangan. Makanya masalah ini sebenarnya bisa mulai dikendalikan jika pemilik usaha memahami bagaimana mengatur alur uang usaha cafe sejak awal, bukan hanya fokus mengejar omzet.
Ini Bukan Masalah Penjualan, Tapi Alur Uang
Penting dipahami: Masalah seperti ini jarang bisa diselesaikan hanya dengan menaikkan omzet.
Menambah penjualan tanpa mengatur alur uang justru sering:
- menambah beban kerja
- memperbesar risiko
- mempercepat kehabisan uang
Yang dibutuhkan bukan sekadar jualan lebih banyak, tapi mengatur alur masuk dan keluarnya uang dengan lebih sadar.
Mulai Dari Satu Hal Paling Penting
Langkah pertama bukan rumit. Mulai dari:
- memisahkan uang usaha dan pribadi
- mencatat semua pemasukan dan pengeluaran
- memahami kapan uang masuk dan kapan harus keluar
Dari sini, baru bisa terlihat:
- pengeluaran mana yang terlalu besar
- bagian mana yang perlu diperbaiki
- apakah usaha benar-benar aman secara keuangan
Kalau kamu ingin memahami langkah-langkahnya secara lebih sistematis, pembahasan lengkap tentang cara mengatur cash flow di cafe supaya aman akan sangat membantu untuk melihat gambaran besarnya dan mengambil keputusan yang lebih tepat.
Cafe yang ramai belum tentu sehat secara keuangan. Dan cafe yang terlihat biasa saja, kadang justru lebih aman karena alur uangnya terkontrol. Kalau saat ini cafe-mu terasa jalan di tempat, uang selalu habis, dan kamu tidak tahu kenapa, jangan langsung menyalahkan penjualan. Sering kali, jawabannya ada pada cara uang bergerak di dalam usaha. Dan kabar baiknya, masalah ini bisa diperbaiki, asal disadari lebih awal. Jadi jangan sampai cafe ramai tapi uang selalu habis ya.
__
Temukan pembahasan lain tentang ide kreatif, manajemen, kisah sukses dan travel di Jasa Usaha.

